Perbedaan Zat Kitin dan Kitosan

Perbedaan Zat Kitin dan Kitosan – Kitin dan kitosan merupakan dua senyawa yang sangat penting? Namun seberapa penting dan apa perbedaan diantara keduanya? Berikut adalah penjelasan selengkapnya.

Pengertian Kitin

zat kitin

Kitin adalah polimer polisakarida yang memiliki rantai yang lurus dan tersusun dari 2000 – 3000 monomer N-asetil-D-glukosamin, yang mana monomer-monomer tersebut tersusun dengan ikatan β-1,4. Kitin berbentuk kristal, tidak dapat larut dalam pelariut biasa, namun dapat larut dalam larutan asam kuat.

Ornum (1992) mengatakan bahwa kitin adalah zat yang mudah mengalami degradasi secara biologis, tidak beracun, tidak dapat larut dalam air dan asam-asam anorganik encer serta asam-asam organik, namun dapat larut dalam dimetil asetamida dan lithium klorida.

Tidak hanya itu saja, kitin ternyata juga mampu mengikat logam seperti Fe, Cu, Cd, dan Hg, memiliki sifat adsorpsi, sulit dicerna oleh tubuh, serta dapat mengikat racun, kolesterol, dan glukosa yang terdapat di dalam tubuh.

Berdasarkan Dirjen Perikanan tahun 1989, dalam proses pembuatannya, kitin diisolasi dari bahan baku dengan memisahkan mineral dan protein. Biasanya kitin berkonjungsi dengan protein. Selain ditemukan pada kulit udang dan cangkang kepiting, kitin juga terdapat pada trakea, insang, dinding usus, dan bagian dalam kulit cumi-cumi.

Manfaat Kitin

Ada beberapa manfaat yang dapat diambli dari zat kitin, diantaranya sebagai berikut.

1. Bidang Pangan

Zat kitin memiliki sifat antifungi dan antibakteri yang dapat dimanfaatkan untuk pengaetan pangan. Selain itu, kitin juga dapat dijadikan sebagai bahan tambahan makanan yang bermanfaat untuk mempertahankan tekstur dan pengemulsi makanan yang baik.

2. Bidang Kesehatan

Dalam bidang kesehatan, Polimer kitin yang memiliki sifat permeabilitas yang tinggi terhadap oksigen digunakan sebagai bahan untuk pembuatan lensa kontak, baik yang hard lens maupun soft lens.

Pengertian Kitosan

Kitosan adalah produk destilasi kitin yang merupakan polimer dengan rantai yang panjang glukosamin (2-amino-2-deoksi-glokosa). Kitosan dapat larut dalam larutan asam organik, namun tidak dapat larut dalam pelarut organik yang lain, seperti dimetil sulkfoksida dan juga tidak bisa larut pada pH 6,5.

Ornum 1992 menyatakan bahwa pelarut kitosan yang baik adalah asam asetat. Namun Lab. Protan (1987), menjelaskan bahwa kitosan adalah poliglukosamin yang dapat larut dalam kebanyakan asam asetat, laktat, atau asam-asam organik seperti adipat dan malat, asam mineral seperti HCL, HNO. Larutnya kitosan dapat terjadi pada konsentrasi 1% dan mempunyai daya larut terbatas dalam asam posfat dan tidak larut dalam asam sulfat.

Menurut Johnson dan Peniston (1975), kitosan memiliki gugus fungsional yaitu gugus amina, sehingga memiliki derajat reaksi kimia yang tinggi. Sementara itu, Muzarelli (1985) berpendapat bahwa kitosan akan bermuatan positif dalam larutan dengan adanya gugus amina. Hal ini berbeda dengan polisakarida yang lain yang pada umumnya bermuatan negatif atau netral.

Manfaat Kitosan

Kitosan memiliki beberapa manfaat, diantaranya sebagai berikut

1. Bidang Kesehatan

Kitosan dapat digunakan sebagai pembungkus kapsul karena mampu mengeluarkan obat ke dalam tubuh secara terkontrol. Selain itu, telah ditemukan beberapa turunan dari kitosan yang memiliki sifat antibakterial dan antikoagulan dalam darah.

Tidak hanya itu, kitosan juga dapat digunakan sebagai bahan pembuatan obat pelangsing, kosmetik, dan lain sebagainya. Kitosan dapat mengikat lemak dan menghambat penyerapan lemak oleh tubuh, serta dapat mengurangi kadar kolesterol jahat dalam darah.

2. Bidang Industri

Di dunia perindustrian, kitosan dimanfaatkan dalam pengawetan pangan sebagai pengganti formalin dan boraks. Fungsi lainnya dari kitosan adalah sebagai bahan pengemas, penstabil dan pengental, antioksidan serta penjernih pada produk minuman.

Kitosan memiliki gugus aktif yang akan mengikat mikroba dan menghambat pertumbuhan mikroba. Selain itu, kitosan juga diaplikasikan sebagai pangan yang fungsional, karena memiliki fungsi yang erat kaitannya dengan makanan, penurunan kadar kolesterol, dan juga berperan sebagai prebiotik.

3. Bidang Kedokteran

Di dalam bidang kedokteran, kitosan digunakan sebagai bahan untuk mempercepat penyembuhan luka, krim penghalus kulit, dan bahan untuk benang bedah.

Perbedaan Kitin dan Kitosan

Kitin dan kitosan adalah dua jenis zat yang perbedaannya dapat dilihat berdasarkan dua kategori, yaitu berdasarkan kandungan nitrogennya dan berdasarkan stoikiometri.

1. Berdasarkan Kandungan Nitrogennya

Polimer kitin memiliki kandungan nitrogen yang kurang dari 7 persen, sedangkan jumlah nitrogen pada kitosan lebih dari 7 persen. Kitin dan kitosan adalah senyawa yang tidak dibatasi dengan stoikiometri secara pasti.

2. Berdasarkan Stoikiometri

Untuk membedakan kitin dan kitosan secara stoikiometri, maka digunakan karakterisasi dengan kadar air, kadar abu, kadar N, dan derajat deasetilasi (IR).

Itulah penjelasan terkait perbedaan zat kitin dan kitosan. Jika Kamu ingin mengetahui terkait zat kitin dan kitosan lebih lengkap beserta mencoba soal sbmptn soshum, maka Kamu bisa mengunduh dan menggunakan aplikasi Edutore by Gramedia yang tersedia gratis di Playstore. Dengan Edutore, semua bisa pintar.