Usaha Budidaya Bunga Potong Krisan Ternyata “Manis” Juga !

Bunga Potong Krisan

Bunga krisan atau krisantemum yang juga dikenal dengan sebutan seruni merupakan jenis tanaman bunga yang banyak dipilih oleh pengusaha bunga sebagai bahan baku untuk membuat berbagai ornamen hias. Bunga ini juga kerap dijumpai di berbagai acara seremonial, seperti acara wisuda, pernikahan, lamaran, atau sejenisnya.

Tak hanya digemari pengusaha, bunga krisan juga disukai oleh masyarakat biasa. Umumnya, bunga ini dijadikan hiasan dalam ruangan atau ditanam di area pekarangan. Tujuannya bermacam – macam, mulai dari sekadar menyegarkan udara hingga mempercantik halaman rumah.

Baca juga: Contoh Karangan bunga di Pontianak

Tanaman krisan banyak dibudidayakan di daerah bersuhu sejuk, seperti Cipanas, Jawa Barat yang letaknya berada di ketinggian kurang lebih 1.200 meter di atas permukaan laut. Di daerah tersebut, krisan ditanam secara berderet (berbedeng) di atas gundukan tanah. Namun, sebelum ditaburi bibit tanaman krisan, gundukan tanah tersebut diberi pupuk dasar terlebih dahulu berupa pupuk kandang.

Meski terlihat mudah, namun merawat tanaman krisan membutuhkan ketelitian dan kesabaran. Pekerjaan bisa jauh lebih sulit apabila pelaku usahanya belum punya pengalaman di bidang budidaya tanaman hias / bunga sama sekali.

Tak perlu bingung, Anda masih bisa mengatasi hal tersebut dengan menggaet partner yang ahli di bidang menanam dan merangkai bunga. Cara lainnya ialah dengan mengikuti kursus untuk mempelajari langsung teknis atau tata cara merangkai bunga yang baik dan benar.

Analisis Usaha Bunga Potong Krisan

Jika Anda tertarik menggeluti bisnis bunga potong krisan, maka Anda perlu menyimak analisis usahanya seperti di bawah ini.

Biaya Investasi

Untuk lahan seluas kurang lebih 1 hektar, maka biaya yang Anda perlukan untuk membangun bisnis dari nol ialah sebesar Rp. 650 juta.

Pertama, Anda perlu membangun green house (dari bahan bambu) dengan luas sekitar 10 ribu meter persegi. Biaya yang diperlukan untuk membangun green house tersebut ialah sekitar Rp. 400 juta.

Selanjutnya, Anda perlu menyelesaikan instalasi listrik dan irigasi untuk mempermudah proses budidaya tanaman. Biaya yang diperlukan untuk memasang instalasi listrik ialah sekitar Rp. 100 juta. Lalu, biaya yang diperlukan untuk membuat irigasi dengan sistem jet spray ialah sekitar Rp. 90 hingga 100 juta.

Setelah itu, Anda bisa menyiapkan stok bibit bunga krisan untuk ditanam di lahan Anda. Biaya yang diperlukan untuk membeli bibit bunga krisan untuk memenuhi area seluas 1 hektare ialah Rp. 16 hingga Rp. 17 juta.

Setelah itu, Anda perlu menyiapkan pupuk kandang untuk menutrisi lahan tersebut. Lahan seluas 1 hektare tentu memerlukan banyak pupuk kandang. Biayanya pun tak sedikit, kurang lebih sebesar Rp. 2.6 juta. Tak hanya itu, Anda juga perlu membeli pupuk kimia yang total harganya mungkin mencapai Rp. 3.2 juta.

Selanjutnya, Anda perlu menyiapkan biaya sebesar Rp. 3.2 juta untuk membeli pestisida, Rp. 2 juta untuk membeli hormon, dan Rp. 1.5 juta untuk membeli kertas pembungkus, isolasi, dan karet.

Tagihan listrik juga tidak boleh luput dari hitungan. Dalam sebulan, biaya listrik mungkin mencapai Rp. 1.5 juta per bulan. Adapun jika Anda ingin mempekerjakan pegawai, setidaknya Anda perlu menyiapkan dana sebesar Rp. 10 juta untuk menggaji karyawan. Dengan dana tersebut Anda bisa mempekerjakan karyawan toko, kasir, dan supir.

Setelah rampung dengan dana investasi, Anda bisa memulai bisnis secara serius. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan pengusaha senior apabila Anda menemukan kesulitan selama menjalankan bisnis.

Baca juga: https://pontianak.aliciaflorist.com/